FUNGSI DAN EKSPRESI HEAT SHOCK PROTEIN 70-2 (HSP70-2), A-KINASE ANCHOR PROTEIN 4 (AKAP4), DAN SPERM ADHESION MOLECULE 1 (SPAM1) DALAM SPERMATOGENESIS, PEMBENTUKAN FLAGELUM, DAN FERTILITAS PEJANTAN KERBAU (BUBALUS BUBALIS)
Keywords:
AKAP4, Fertilitas, Flagelum, HSP70-2, Kerbau, SPAM1Abstract
Fertilitas pejantan kerbau (Bubalus bubalis) sangat dipengaruhi oleh kualitas spermatozoa, terutama motilitas dan kemampuan berinteraksi dengan oosit. Kajian ini bertujuan untuk merangkum fungsi dan ekspresi heat shock protein 70-2 (HSP70-2/HSPA2), A-kinase anchor protein 4 (AKAP4), dan sperm adhesion molecule 1 (SPAM1) dalam spermatogenesis, pembentukan flagelum, dan fertilitas pejantan kerbau. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap artikel ilmiah yang telah melalui proses peer review dari basis data PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa HSP70-2 merupakan chaperone spesifik sel germinal jantan yang diperlukan untuk menyelesaikan meiosis serta berperan dalam pematangan sperma dan pembentukan kompleks reseptor permukaan sperma bersama SPAM1. AKAP4 merupakan protein penyusun utama fibrous sheath yang mengikat Protein Kinase A (PKA); hilangnya AKAP4 menyebabkan fibrous sheath tidak terbentuk sempurna dan sperma kehilangan motilitas. SPAM1 (PH-20) merupakan protein membran plasma sperma dengan aktivitas hialuronidase yang memungkinkan sperma menembus lapisan sel kumulus. Ketiga protein tersebut telah terdeteksi pada proteom spermatozoa kerbau, dan protein yang terkait motilitas flagela serta pengenalan sperma–oosit dilaporkan menurun pada pejantan berfertilitas rendah. Dengan demikian, HSP70-2, AKAP4, dan SPAM1 berpotensi dikembangkan sebagai kandidat biomarker fertilitas pejantan kerbau, meskipun validasi kuantitatif pada populasi kerbau, termasuk kerbau lokal Indonesia, masih diperlukan.

