PENETAS OTOMATIS BERBASIS 5 SENSOR UNTUK PENINGKATAN KEBERHASILAN PENETASAN TELUR AYAM
Keywords:
mesin tetas otomatis, sensor suhu, kelembapan, mikrokontroler, ayam broilerAbstract
Kebutuhan anak ayam umur sehari (day old chick/DOC) di Indonesia terus meningkat seiring dengan berkembangnya industri peternakan unggas. Namun, tingkat keberhasilan penetasan telur ayam masih rendah akibat sistem inkubasi manual yang tidak mampu menjaga kestabilan suhu, kelembapan, dan pemutaran telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mesin tetas otomatis berbasis lima sensor, yaitu sensor suhu (termistor), termostat pengatur pemanas, timer rak pemutar telur, kipas angin, dan sensor air otomatis. Seluruh sensor dikendalikan oleh mikrokontroler untuk memastikan kestabilan suhu dan kelembapan sesuai standar penetasan. Metode penelitian yang digunakan adalah rekayasa rancang bangun dengan tahapan perancangan, perakitan, uji fungsional, dan evaluasi kinerja. Hasil uji menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga suhu pada 37–38°C dan kelembapan pada 60–70%, dengan tingkat keberhasilan penetasan mencapai 88–90%. Penerapan mesin tetas otomatis ini meningkatkan efisiensi waktu, menekan angka kegagalan penetasan, serta menghasilkan DOC yang lebih seragam dan sehat

